Showing posts with label Syair lama. Show all posts
Showing posts with label Syair lama. Show all posts

Friday, November 5, 2010

Syair Nasihat (Nombor 4 )

Jalan akhirat terlalu jauh,
Sepanjang jalan berbagai musuh,
Mula-mula julung ditempoh,
Sekaliannya badan hancur dan luluh.

Kemudiannya pula dikembalikan,
Seperti adat permulaan,
Di sanalah lanjut perjalanan,
Seribu tahun belum pengampunan.

Matahari hampir kepala,
Panasnya tidak lagi menderita,
Otak dan daging hancuir dan mati,
Badan bertindih bertimpa-timpa.

Tujuh kali seribu tahun,
Suatu perintah tiada bersusun,
Tiada ketahuan murka dan ampun,
Sekadar berkumpul berhimpun-himpun.

Perkataan itu sudahlah nyata,
Kisahnya masyhur sudahlah lama,
Banyaklah orang menceritakan dia,
Sekadarkan belum lagi dirasa.

Demikian lagi syurga dan neraka,
Kebanyakan Islam mengetahui dia,
Sekadarkan bila kurang percaya,
Setengahnya diam didengarkannya.

Jaranglah orang menyatakan dusta,
Waktu didengar ia percaya,
Kebanyakan mukmin itulah dia,
Kecualikan siamang binatang rimba.

Setengahnya itu bersungguh-sungguh pun tentu,
Masuk neraka ia bercakap,
Olok-olok lagi beradab,
Itulah orang jahil murakab.

Ana ambil tiga petikan ayat Al-Quran tentang Neraka dan sebenarnya terdapat banyak lagi ayat-ayat Al Quran berkaitan neraka. Mari kita baca, ambil dan ingat.

(1)
Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka". Allah berfirman: "Masing-masing mendapat (siksaan), yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui".
( سورة الأعراف , Al-Araf, Chapter #7, Verse #38)

2)
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).
( سورة الروم , Ar-Room, Chapter #30, Verse #16)

3)
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.
( سورة البقرة , Al-Baqara, Chapter #2, Verse #119)

Syair Nasihat (Nombor 4 )

Jalan akhirat terlalu jauh,
Sepanjang jalan berbagai musuh,
Mula-mula julung ditempoh,
Sekaliannya badan hancur dan luluh.

Kemudiannya pula dikembalikan,
Seperti adat permulaan,
Di sanalah lanjut perjalanan,
Seribu tahun belum pengampunan.

Matahari hampir kepala,
Panasnya tidak lagi menderita,
Otak dan daging hancuir dan mati,
Badan bertindih bertimpa-timpa.

Tujuh kali seribu tahun,
Suatu perintah tiada bersusun,
Tiada ketahuan murka dan ampun,
Sekadar berkumpul berhimpun-himpun.

Perkataan itu sudahlah nyata,
Kisahnya masyhur sudahlah lama,
Banyaklah orang menceritakan dia,
Sekadarkan belum lagi dirasa.

Demikian lagi syurga dan neraka,
Kebanyakan Islam mengetahui dia,
Sekadarkan bila kurang percaya,
Setengahnya diam didengarkannya.

Jaranglah orang menyatakan dusta,
Waktu didengar ia percaya,
Kebanyakan mukmin itulah dia,
Kecualikan siamang binatang rimba.

Setengahnya itu bersungguh-sungguh pin tentu,
Masuk neraka ia bercakap,
Olok-olok lagi beradab,
Itulah orang jahil murakab.

Syair Nasihat

No 5
Sebab pun ia terlalu jahat,
bangsanya itu daripada dzalimat,
Dikatakan orang anasir yang empat,
Itulah jadi asal tabiat.

Asal iblis demikian juga,
Daripada lidah api yang cela,
Jin dan syaitan beberapa bangsa,
Kebanyakan syaitan kafir belaka.

Sebab pun iblis dikata malaikat,
Asalkan ia terlalu khidmat,
Di dalam syurga berbuat taat,
Dijadikan Adam ia pun murtad.

Iblis dan syaitan sahaja khianat,
Masa dahulu sudah berkhasiat,
Hawa dan nafsu sedianya jahat,
Daya mendaya keempatnya sesat.

Hawa dan nafsu setianya kafir,
Iblis dan syaitan sebab takbur,
Jadilah insan dikata mafrur,
Esok jaga hari nan tidur.

Tidur ini di dalam dunia,
Telinga berlubang mata terbuka,
Lidah pun fasih berkata-kata,
Makan dan minum bersuka-suka.

Di dalam akhirat baharulah jaki,
Telinga tali mata pun buta,
Lidah pun kelu tidak terkata,
Badan pun cengkung dimakan neraka.

Wahai sekalian orang yang bijak,
Bukannya padan bukanya layak,
Mati tidak hidup pun tidak,
Hanyalah sesal hurung dan teriak.